Biodata Pemain Mark James Noble

Mark James Noble

Mark James Noble lahir pada tanggal 8 Mei 187, Canning Town, Inggris. Ia memiliki postur tubuh dengan tinggi 180cm dan berat badan 76kg. Ia berposisi sebagai gelandang dan bernomor punggung 16 di tim klub sepakbola West Ham United.

Karir Klub :

Awal Karir :

Lahir di Canning Town, East London, Noble mengawali karirnya bermain sepakbola dengan bergabung bersama akademi Cotts Barking dan ketika usianya yang ke-11 tahun, ia bergabung bersama akademi Arsenal. Dibulan Agustus 2004, di usianya yang ke-17 tahun, Noble mengawali debutnya dikompetisi Piala Liga, dan berhasil meraih skor kemenangan 2-0 saat menghadapi klub Southend.

Dibulan Januari 2005, Noble mengawali debunya dikompetisi liga, namun mengalami skor kekalahan akhir 4-2 saat menghadapi klub Wolves. Pada tanggal 30 Mei 2005, Noble ikut berpartispasi kedalam pertandingan final play-off sebagai pemain pengganti Shaun Newton dimenit ke-82 dan berhasil meraih skor kemenangan 1-0 saat menghadapi klub North End.

Ketika klub West Ham berhasil masuk kedalam Liga Utama, Noble tercatat hanya tampil di lima pertandingan Liga Primer Inggris musim 2006, termasuk saat menghadapi klub Tottenham Hotspur pada tanggal 20 November 2005, dan Manchester United pada tanggal 27 November 2005.

Mark-James-Noble
selebrasi james noble usai mencetak gol

Masa Peminjaman :

Noble dipinjamkan kepada klub Hull City, dimana ketika ia resmi bergabung, ia hanya berhasil tampil di lima pertandingan.

Pada tanggal 18 Februari 2006, Noble mengawali debutnya dengan mengalami skor kekalahan 1-0 saat menghadapi klub Cardiff City. Dan masa peminjaman Noble berakhir lebih awal karena ia mengalami cedera dibagian punggungnya.

Dibulan Agustus 2006, Noble dipinjamkan kepada klub Ipswich Town, hal tersebut diharapkan agar Noble mendapatkan pengalaman bersama tim pertama. Ketika Noble berada di klub Ipswich Town, ia tercatat telah berhasil tampil di 13 pertandingan di Kejuaraan, dan berhasil mencetak gol saat meraih kemenangan 2-1 saat menghadapi klub Coventry City.

Kembali bergabung bersama West Ham :

Dibulan Januari 2007, Noble berhasil mencetak gol perdananya untuk West Ham, ia juga memberikan assist kepada Carlos Tevez, dan membantu meraih skor kemenangan 3-0 saat menghdaapi klub Brighton & Hove Albion.

Pada tanggal 4 Maret, Noble mencetak gol di Primership, namun gagal membawa West Ham meraih skor kemenangan 4-3 saat menghadapi klub Tottenham Hotspur di Upton Park. Dan selama musim 2006-2007, Noble tercatat tampil sebanyak 11 pertandingan dan mencetak tiga gol.

 

Selama musim 2011-2012, ketika West Ham kembali ke kompetisi Championship, Noble tercatat berhasil mencetak delapan gol, tujuh diantaranya lewat tendangan pinalti, termasuk ketika meraih skor kemenangan 4-0 saat menghadapi klub Barnsley.

Dibulan Februari 2013, Noble telah mengalami cedera dibagian toraksnya, dan ia tidak kembali sampai pada tanggal 17 April 2013 ketika hanya berhasil meraih skor seri 2-2 menghadapi klub Manchester United. Dan Noble tercatat berhasil tampil sebanyak 31 pertandingan dan mencetak empat gol. Termasuk ketika meraih skor kemenangan 4-1 saat menghadapi klub Southampton pada tanggal 20 Oktober 2012.

Pada tanggal 6 Mei 2014, Noble mendapatkan penghargaan “Hammer of the Year” untuk yang kedua kalinya, dan berhasil mengalahkan Adrian yang menjadi juara runner-up. Dan Noble juga mendapatkan penghargaan “Players Player of the Year”.

Mark-James-Noble-West-Ham
james noble yang tengah berlari

Pada tanggal 16 Agustus 2015, Noble gagal mencetak gol lewat tendangan pinalti, dan West Ham gagal meraih skor kemenangan 0-1 saat menghadapi klub Tottenham Hotspur.

Pada tanggal 30 Agustus, Noble berhasil mencetak gol perdananya dimusim ini, namun kembali gagal membawa West Ham meraih skor kemenangan 1-3 saat menghadapi klub Southampton.

Pada tanggal 29 November 2014, Noble berhasil mengalahkan rekor yang dipegang oleh Steve Potts sebagai pemain paling lama bermain bersama West Ham dikompetisi Liga Primer, yaitu sebanyak 205 pertandingan.

Pada tanggal 26 Februari 2015, Noble menandatangani perpanjangan kontraknya bersama klub West Ham, sampai dengan tahun 2020.

 

Karir Internasional :

Noblem mengawali karir internasionalnya dengan berhasil menjadi kapten tim nasional Inggris U-18.

Noble juga merupakan termasuk anggota pemain yang membantu tim nasional Inggris U-19 memenangkan skor pertandingan 3-0 saat menghadapi tim nasional Serbia dan Montenegro dibabak semifinal 2005. Namun tim nasional Inggris harus kalah saat menghadapi tim nasional Prancis.

Pada tanggal 11 Juni 2007, Noble mengawali debutnya bersama tim nasional Inggris U-21, sebagai pemain pengganti Tom Huddlestone dimenit ke-82, namun tim nasional Inggris harus puas meraih skor seri tanpa gol 0-0 saat menghadapi tim nasional Belanda di Kejuaraan Eropa U-21.

Noble juga termasuk pemain yang membantu tim nasional Inggris lewat adu pinalti dibabak semifinal, namun sayangnya gagal meraih skor kemenangan 13-12 dari tim nasional Belanda.

Continue Reading

Di Maria Ingin Menetap di PSG

Angel Di Maria

Angel Di Maria menegaskan bahwa dia ingin menetap bersama Paris Saint-Germain, meski mengaku kesulitan bekerja dibawah kepemimpinan Unai Emery di musim lalu. Pemain kebangsaan Argentina itu telah tercatat bermain sebanyak 43 kali di semua ajang kompetisi musim 2916-2017. Tetapi, Di Maria yang gagal bersinar di pertengahan musim hanya mencetak satu gol dari 19 pertandingan di Ligue 1.

Selama beberapa pekan terakhir Di Maria kerap dikaitkan dengan Inter Milan, meski direktur olahraga klub Serie A, Piero Ausilio mempertimbangkan tuntutan upah yang sangat tinggi. Namun pemian berusia 29 tahun itu tidak memiliki keinginan untuk meninggalkan Parc des Princes. Dan dia pun yakin bisa terbiasa untuk menjalani tuntutan dari pelatih kepala dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan demikian, hal ini tidak cukup untuk dapat menjauhkan mantan pemain yang membela Real Madrid dan Manchester United itu dari rumor. Inter Milan pun kini yang pemainnya di incar oleh The Red Devils bernama Ivan Perisic semakin santer.

Angel Di Maria Paris Saint Germain
Di Maria yang sedang berlari kecil

Di Maria Berikan Alasan Masih Ingin Tetap di PSG

Angel Di Maria yang tampil kurang baik di musim lalu, menyatakan bahwa dia masih ingin bermain bersama Paris Saint-Germain. Meski Di Maria, sempat memiliki masalah dengan pelatih di timnya, Unai Emery. Yang mana sang pemain tidak dapat mengikuti tuntutan yang diberikan oleh pelatih. Namun, dirinya ingin berusaha untuk mencoba mengikutinya.

“Saya pribadi, tidak meragukan tentang hal itu. Saya ingin menetap di sini,” ujarnya kepada media. “Namun, untuk klub sendiri, saya tidak tahu. Kenyataannya adalah bahwa keluarga saya sangat nyaman dan baik di Paris.”

“Saya sadar jika tidak semua musim lalu berjalan dengan mulus. Awalnya, saya tidak dapat memahami apa yang diinginkan oleh pelatih kepada saya. Lalu, lama kelamaan saya pun terbiasa dan saling mengenal satu sama lain. Saya rasa semua orang sudah melihat perubahannya di beberapa bulan terakhir.”

“Saya berharap dapat mengulanginya di musim ini,” tambah sang pemain.

Di musim pertamanya, Emery mampu membawa PSG meraih gelar juara Coupe de France dan Coupe de la Ligue. Namun, mereka harus kehilangan gelar Liga saat berhadapa dengan Monaco dan tersingkir dari Liga Champions saat menghadapi Barcelona dengan skor 1-6 di babak 16 besar.

Angel-Di-Maria
Di Maria yang bersiap untuk mengumpan

Angel Di Maria Pastikan Bertahan di PSG

Angel di Maria yang merupakan pemain sayap di Paris Saint-Germian telah menegaskan bahwa dirinya masih bertahan di musim ini. Meski terdengar kabar yang mengatakan bahwa dia dekat denang pintu keluar Parc des Princes. Tim asal Serie A Italia, Inter Milan dikabarkan telah berminat untuk mendapatkan jasa sang pemain tersebut.

Kini, kabar itu telah merea usai Piero Ausilio selaku direktur olahraga Inter Milan, mengatakan bahwa pihaknya merasa kesulitan untuk mendatangkan sang pemain karena tuntutan gaji yang diminta pemain terlalu tinggi. Tidak sekedar rumor transfer, rumor hengkangnya Di Maria pun muncul karena faktor ketidakcocokannya dengan pelatih Unai Emery.

Jika kita mengingat kembali, Di Maria memang mengalami kesulitan dalam permainannya di paruh pertama musim lalu. Dengan demikian, punggawa asal Argentina itu memiliki tekad yang keras untuk bisa bertahan di PSG.

“Saya akan bertahan. Semua itu tidak harus diragukan lagi. Akan tetapi, saya sendiri tidak tahu sama sekali rencana klub untuk saya. Tentunya, saya dan keluarga merasa bahagia di Paris,” jelas Di Maria.

Continue Reading